Memaparkan catatan dengan label Kehamilan. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Kehamilan. Papar semua catatan

Selasa, 17 Disember 2013

Kesakitan Waktu Melahirkan

14 Safar 1435

Apabila tiba hari untuk melahirkan, ramai ibu yang bimbang akan merasa sakit yang teramat sangat. Justeru, pelbagai petua diamalkan untuk mengurangkan rasa sakit ini dan memudahkan proses kelahiran.
     Selama si ibu mengandung, otot rahim seringkali berkontraksi disertai dengan rahim yang mengeras. Kejadian ini tidak begitu terasa sehingga adakalanya tidak disedari, kontraksi semakin kerap dan kuat sehingga si ibu mulai terasa sakit. Gejala ini disebut 'persalinan samar' dan biasanya terjadi pada mereka yang mengandung anak kedua dan seterusnya.
     Saat kelahiran sebenarnya bermula pada saat kontraksi semakin kerap dan berlaku secara teratur. Semakin dekat proses kelahiran semakin kerap terjadinya kontraksi iaitu setiap tiga hingga lima minit sekali serta berlangsung lebih lama, sekitar 30-90 saat. Tanda lain ialah keluarnya lendir bercampur darah melalui vagina. Lendir ini mulanya menyumbat leher rahim dan terdorong keluar oleh kontraksi yang membuka pintu rahim. Setelah itu kontraksi yang membuka pintu rahim. Setelah itu kontraksi semakin kerap terjadi dan selaput ketuban akan pecah di mana air ketuban akan keluar dalam jumlah yang banyak.
     Pada masa kini, apabila kita mengambil keputusan untuk melahirkan di hospital, berbagai cara dan ubatan boleh digunakan untuk mengurangkan rasa sakit bersalin. Sokongan moral suami, ibu atau saudara juga sangat penting. Sebagai seorang Muslim, amalan doa dan zikir, kawalan pernafasan, berjalan-jalan, membaca, menonton televisyen di peringkat awal boleh membantu.

Ubat Penahan Sakit
Terdapat beberapa jenis ubat yang diberikan oleh doktor kepada ibu yang merasakan kesakitan yang amat sangat sewaktu melahirkan. Ubat-ubat ini diberi sama ada secara suntikan, ubat gas yang disedut ataupun bius saraf 'Epidural'.
     Ubat penawar secara suntikan boleh menahan sakit sehingga empat jam. Tetapi kadangkala ia kurang berkesan. Ubat gas sedut sesuai untuk digunakan apabila masa hendak bersalin sudah terlalu hampir manakala bius saraf epidural biasanya menghilangkan kesakitan dan kuncupan rahim tidak dapat dirasai langsung. Mungkin kaedah ini terus menghapuskan satu nikmat Allah iaitu 'sakit bersalin'. Bagaimanapun ia amat berguna bagi kehamilan sulong dan bagi mereka yang tidak tahan sakit. Kebanyakan dari mereka ini memerlukan kelahiran forsep atau sedutan vakum.

Proses Kelahiran
Apabila pintu rahim terbuka sepenuhnya (fully dialted), ibu akan merasa seolah-olah hendak buang air besar dan secara otomatik ia akan meneran seperti kena sembelit. Ini disebabkan kepala bayi telah menekan pada usus besar dan dubur.
     Ketika ini si ibu memerlukan tenaga yang kuat untuk menolak keluar kepala bayi. Apabila sakit kuncupan rahim mula dirasai, sedut nafas berpanjangan, tahan dan teran sekuat-kuatnya untuk menolak bayi keluar. Baca 'Subhanallah' sebanyak yang boleh. Di dalam hati tetapkan iman dan berserahkan kepada kekuasaan Allah. Doktor atau bidan akan menyambut kelahiran.
     Ketika proses kelahiran ini, biasanya doktor akan melakukan 'Episiotomy' atau gunting pintu faraj. Ini bertujuan mengelakkan rahim daripada terkoyak yang mungkin sukar untuk dijahit. Sesetengah bidan amat mahir  menyambut kelahiran bayi tanpa berlakunya koyakkan pada faraj.

PERINGKAT MENYAMBUT KELAHIRAN
1. Belakang faraj dipertahan untuk mencegah koyak ketika kepala bayi hendak keluar.
2. Dengan tangan kanan menjaga belakang faraj, tangan kiri bidan mengawal kepala bayi keluar.
3. Segala lendir dan cecair perlu dikeluarkan dari mulut bayi yang baru lahir untuk mencecah ia daripada masuk ke paru-paru.
4. Uri ditarik keluar, manakala tangan kiri bidan mengawal rahim pada bawah perut.
5. Uri diperiksa, lengkap atau tidak. Kemudian dibersihkan, dibungkus kain putih dan seterusnya ditanam.
6. Azankan telinga kanan dan aqamah pada telinga kiri. Bacakan mana-mana surah al-Quran yang dihafal bapanya.

AMALAN MEMASUKI BULAN KELAHIRAN
Apabila tiba bulan untuk melahirkan, sepatutnyalah para ibu mengikuti nasihat-nasihat seperti berikut, iaitu ketika menuju ke hospital maka hendaklah anda mengikuti petunjuk di bawah ini.
1. Bertawakallah kepada Allah s.w.t.
2. Berkomunikasilah dengan Allah s.w.t. dengan perantaraan doa serta bermohonlah kepada-Nya agar (dimudahkan ketika melahirkan). Tentulah Allah swt mengabulkan permohonan hamba-Nya, sebagaimana tersebut dalam firman-Nya yang berbunyi;
"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah), bahawasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (Al-Baqarah :186)
3. Sebutlah nama Allah sebanyak mungkin dan jangan lupa membaca doa keluar rumah, iaitu:
"Dengan nama Allah aku berserah diri kepada Allah yang maha kuasa dan tidak daya upaya kecuali atas pertolongan Allah."
4. Perbanyaklah istighfar
5. Setelah selesai melahirkan, sangat ditekankan sekali membaca doa yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari seperti berikut :
"Aku berlindung dengan kalimah Allah yang amat sempurna dari segala gangguan syaitan dan juga dari segala haiwan yang berbisa, dan juga dari pandangan mata yang jahat."
6. Namun apabila ditakdirkan bayi yang dilahirkan meninggal dunia, maka hendaklah bersabar dan tidak melunturkan keikhlasan atas ketetapan Allah yang berlaku. Sesuai dengan hadis yang diriwayatkan Imam Muslim, dari Ummu Salamah, agar sebaiknya keluarga yang terkena musibah mengucapkan doa tawakal dan penuh harapan;
"Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya Kami akan kembali kepada-Nya, Ya...Allah, berilah kami ganjaran dalam musibah ini, lalu berilah aku gantinya dengan yang lebih baik lagi."
7. Lakukanlah semua itu dengan lapang dada dan ingatlah sesungguhnya Allah telah menjadikanmu seorang wanita yang tetap dalam garis fitrahnya, dengan meringankan apa-apa yang tidak dibebankan keadaanmu apa-apa yang telah diamanatkan kepada laki-laki.




- Sumber dari NUR Januari 2003 -

Khamis, 7 November 2013

Benefits of Postnatal Massage

3 Muhharam 1435

Postnatal massage gives many physical and mental benefits to help you get back in shape and become a great mom. Be aware that it's not just labour and birth that you're recovering from, but also 9 months of pregnancy. After delivery, you'll also have to face the reality of motherhood and caring for your little one, which comes with its own for your little one, which comes with its own set of challenges and pressures that can tax even the strongest women. Postnatal massage can be done 2 to 3 weeks after birth, after the mother has come home from the hospital. Women who've had a caesarean section would need to wait a little longer until after their scars have healed.

Benefits
Postnatal massage can help new mother cope with a wide range of issues after delivery. At the very least, it's a great way to relax. It's advisable to find a masseuse who is experienced in postnatal massage. Some of the benefits of postnatal massage are:
* Gets you well soon. It helps mothers to recover quicker from rigours and stresses of pregnancy and childbirth. If medications were used to assist the delivery, massage can help promote detoxification by increasing the flow of blood and oxygen to your muscles. If you've had a caesarean section, a massage can increase circulation and promote the internal healing process and smoothen out scars.
* Mood enhancer. Massage stimulates the body to release endorphins - a feel good chemical that helps to block pain, improve your mood and help overcome postnatal depression. It also helps nourish the body's nervous system to deal with the changes to the body during and after birth.
* Enhances the immune system. If you've been through a good massage session before, you know just how relaxed you can feel from the experience. Remedial maternity massage is a powerful relaxation technique that boosts your immune system by promoting lymph flow and helps keeps chronics stress at bay.
* Rebalances the body. Muscles that were tight or sore during pregnancy can be relieved by massage - making you feel fresh and helping your body get back to its pre-pregnancy posture. Any cramps and spasms can be reduced, while joints can regain some mobility.
* Helps to release oxytocins. Post delivery massage assist in stimulating the body to release oxytocins, the hormone that facilitates maternal bonding and breastfeeding. Also, massaging the breasts can help open up blocked ducts and relief hardened areas.
* Take a break, mama. Sometimes it feels great to just be pampered and have yourself looked after - easily overlooked when you're busy caring for your new child. A massage gives you a much needed break to rejuvenate your body and mind.

Precautions
A post pregnancy massage may not be suitable for you if you have any medical complications, a hernia or skin conditions such as blisters, rashes and eczema. For those suffering from high blood pressure, it's better to go for a lighter massage.
     If you deliver through caesarean section, hold off any massage until after your surgery scars have healed. To stay on the safe side, consider telling your masseuse to avoid the caesarean scars and abdomen area and to stick to the feet, head, arms and back.
     Some believe that having a post pregnancy massage too soon runs the risk of increasing postnatal bleeding. You should stop massages if you notice any increases in bleeding and consult your doctor. As always, speak to your doctor first on the right type of massage for you.




- Source from MamatoMama -

Isnin, 28 Oktober 2013

Maternity Wear : Look Good and Stay Comfy

23 Zulhijjah 1434

As if the morning sickness, weird cravings, and backaches aren't enough, pregnancy also makes you a bit huge. Okay maybe not just a bit, but that doesn't mean you have to resign yourself to frumpy clothes or suffer the indignity of raiding your husband's closet for larger outfits until the litlle one arrives. Today, maternity wear is big business. Just take a look around the next time you're at a shopping mall, there's bound to be at least one shop that specialises in maternity clothing. Add the innumerable online stores available and you're spoilt for choice.

Stretch it
For starters, you don't need maternity clothing immediately. You can still stretch the use of your normal clothes and pants up to a point. It depends on the individual - some women start needing maternity clothes at 9 weeks while others can get away without clothes at 9 weeks while others can get away without it for much longer that that. In any case, you'll know when to make the switch when you start feeling uncomfortable and having to squeeze into your regular wardrobe.

Buy Quality
You might have friends or relatives of childbearing age who would be glad to pass down their maternity clothes. Pay them a visit and see if there's anything in their collection that looks good and fits you but don't feel obliged to take everything or else you'll end up with a pile of unused clothes.
     When buying, pick the best quality maternity clothes that can afford and that you actually enjoy wearing out. Think long term - good clothes are often durable and can still be used for you next pregnancies so you can save money if you choose wisely the first time. If you're at home, you can make do with the less fashionable options of extra large t-shirt, raglan sleeves or overalls. But leave all those behind for more presentable outfits when you're having guests over or going out. Invest in a wide variety of clothes that make you look great. Our tips below will put you on the right path to looking well dressed and staying comfortable in maternity clothes.
* You can't go wrong with a pair of good maternity jeans. These are (literally) flexible pieces that can fit just about any occasion. Choose denims with comfortable, soft materials. Resist falling for trendy coloured jeans that go out of fashion fast and stick to neutral colours like blue and black that can match with almost any top.
* Stretchy leggings and yoga pants are another good choice. They're a super comfortable and stylish addition to your maternity wardrode. Pick ones that can be used for lounging around at home and are equally good enough to be paired with a nice top for going out.
* Choose floaty and long tops that stretch to over the hips. A buttoned, maternity cardigan is also great for cooler days. Combine with a long skirt or pants.
* As you get further in your pregnancy, you'll need to look for maternity and nursing bras that are specifically designed for pregnant bodies. Maternity underwear is also available and these are often made extra stretchy to fit either below or above the expanded belly.
* Look around, sometimes maternity wear is found in the non-maternity section! Think of loose and flowy items. Wrap around dresses and caftans are some good examples. What's more, if you buy correctly, some of these pieces can be worn beyond the nine months.
* When shopping for maternity clothes, keep in mind that your body will be constantly changing and growing throughout the pregnancy, so choose carefully. You don't need to pick out bigger sizes either as maternity clothes are designed to accommodate your baby bump by having more space for the bust the belly areas.

If you look great you'll also tend to feel great so get out there and get some stylish and comfortable maternity clothes!




- Sources from MAMAtoMAMA -

Isnin, 14 Oktober 2013

Awas! Pendarahan Ketika Hamil

Apabila anda disahkan mengandung sudah pasti ia berita yang paling menggembirakan dalam hidup anda suami isteri. Tambahan pula jika anda dan suami memang sudah lama menunggu untuk menimang cahaya mata. Kandungan pasti dijaga sebaik mungkin. Namun ada kalanya takdir tuhan tidak dapat kita duga. Sedang kita meneka-neka bayi yang dikandung lelaki atau perempuan, si ibu ditimpa malang. Pendarahan yang tidak disangka-sangka berlaku.
     Antara bimbang atau panik, masih ramai ibu hamil terutamanya ibu muda yang tidak tahu mengapa boleh berlakunya pendarahan dan langkah untuk mencegah daripada berlakunya pendarahan juga tidak pernah difikirkan.
     Sebenarnya pendarahan memang banyak berlaku di kalangan wanita bekerja. Mungkin faktor tugas yang lasak menyumbang ke arah terjadi kejadian yang tidak diingini ini. Tetapi ada juga sebab-sebab lain yang perlu diberi perhatian.

Pendarahan Di Peringkat Awal Kehamilan
Tiga bulan pertama kandungan adalah waktu yang terpenting kerana ketika itu pembentukan jasad berlaku daripada sekelompok darah menjadi segumpal daging dan seterusnya berbagai anggota badan dibentuk sehinggalah roh ditiupkan kepada jasad pada peringkat empat bulan. Pada ketika itu dan seterusnya barulah janin kukuh dalam kandungan sehingga sampai waktu kelahiran.
     Di peringkat ini pelbagai masalah timbul. Antaranya ialah keguguran atau kecacatan bayi yang dikandung. Secara puratanya lebih kurang 10 hingga 15 peratus kehamilan berakhir dengan keguguran atau menjadi luar biasa seperti kehamilan anggor (molar pregnancy) atau kehamilan di luar rahim.
     Tanda pertama bagi kehamilan luar biasa ini ialah pendarahan. Pendarahan walaupun sedikit ataupun banyak ialah satu petanda yang tidak baik bagi kandungan kerana ia menunjukkan sesuatu ancaman terhadap janin. Apabila keadaan ini berlaku nasib janin yang dkandung adalah 50 peratus.

Pendarahan Disertai Sakit Perut
Pendarahan yang disertai dengan kesakitan perut yang amat sangat mungkin menandakan keguguran atau kandungan di luar rahim (ectopic pregnancy). Kedua-dua ini merupakan ancaman besar kepada ibu dan bayi.
     Jangan pandang ringan terhadap masalah pendarahan di peringkat awal kehamilan. Langkah utama ialah untuk berjumpa dengan doktor yang terdekat.

Punca Pendarahan
1 Keguguran
Ini mungkin hanya ancaman sahaja (threatened abortion). Sebenarnya janin masih hidup dan boleh tumbuh lagi tetapi mungkin disebabkan pendarahan daripada uri akibat daripada kuncupan rahim yang biasanya ditimbulkan oleh sebab tekanan fizikal dan mental, faktor kurang hormon atau kedudukan uri yang agak dekat dengan pintu rahim. Rawatan bagi keadaan ini ialah rehat sepenuhnya, ubat hormon diberi secara suntikan atau tablet, jauhkan dari hubungan suami-isteri dan tenangkan fikiran.
     Keguguran boleh menyebabkan kematian janin iaitu apa yang digelar "missed abortion". Kadangkala pendarahan tidak banyak dan biasanya tanda-tanda hamil seperti loya dan muntah, bengkak buah dada agak berkurangan atau tiada langsung. Bila dibuat 'scanning ultrasound', biasanya tiada janin dikesan dalam karung kandungan atau mungkin terdapat segumpal daging janin tetapi tanpa denyutan jantung lagi. Dalam keadaan ini (missed abortion) memerlukan rahim dicuci melalui proses D&C.
     Keguguran juga mungkin telah berlaku dengan sepenuhnya (complete abortion) di mana segala isi kandungan, uri dan janinnya telah keluar keseluruhannya daripada rahim. Biasa pesakit akan merasai kesakitan yang amat sangat dan akan melihat ketulan darah dan tisu yang keluar daripada kemaluan.
     Keguguran juga mungkin tidak sempurna (incomplete abortion) dimana sebahagian sahaja daripada tisu kandungan telah keluar dan sebahagiannya tertinggal dalam rahim. Ini boleh disahkan melalui 'ultrasound scanning' dan dalam keadaan ini biasanya rahim perlu dibersihkan melalui proses D&C.
2 Kehamilan luar rahim
Kehamilan luar rahim yang biasanya berlaku di saluran fallopian adalah sangat merbahaya kerana ia boleh pecah dalam perut menyebabkan pendarahan yang banyak serta mengancam nyawa dan adakalanya membawa maut jika lambat bertindak.
     Mereka yang terdedah kepada kehamilan luar rahim terdiri daripada wanita yang sukar mengandung atau mandul, mereka yang pernah menjalani pembedahan ke atas perkakas peranakan, untuk appendik atau pada bahagian usus. Mereka yang telah mengalami jangkitan kuman pada rahim dan mereka yang pernah atau sedang menggunakan lat dalam rahim (IUCD), juga terdedah kepada risiko kehamilan luar rahim.
     Selain daripada pendarahan, ia juga mengalami kesakitan yang amat sangat pada bahagian perut dan mereka kadang-kadang hampir pitam akibat daripada kesakitan tersebut.
Kehamilan Luar Rahim
-Pecah dan Berdarah
1 - Pengesahan Ujian kencing masih positif untuk kehamilan (positive urine pregnancy test)
2 - Ujian 'ultrasound' menunjukkan rahimnya kosong tanpa karung kandungan tetapi terdapat kesan darah dan karung kandungan di luar rahim.
3 - Langkah yang perlu diambil ialah untuk menjalani pembedahan secara cemas. Setelah dibius, doktor mungkin melakukan 'laporoscopy' untuk mengesahkan adanya darah di luar rahim dan seterusnya membuat pembedahan kecil pada perut untuk membuang kandungan yang telah pecah.
     Jika berlaku pada saluran fallopian, saluran tersebut perlu dibuang sekali dan seterusnya sisa-sisa kandungan dan darah dalam perut akan dibersihkan untuk mencegah daripada kesan sampingan seperti "pelvic adhesions" di kemudian hari.
3 Kehamilan Anggur (Molar Pregnancy)
Kehamilan anggor jarang berlaku tetapi tandanya ialah pendarahan dan mereka ini juga mengalami tanda-tanda loya dan muntah yang berlebihan daripada kehamilan biasa daripada ukuran biasa. Apabila dibuat ultrasound scanning tidak ada janin dikesan tetapi hanyalah kesan seperti ombak-ombak yang dilihat dalam rahim.
     Apabila disahkan keadaan ini, pesakit perlu menjalani pembersihan rahim melalui proses D & C dan D & C ini perlu diulang dua minggu kemudian untuk membersihkan kesemua tisu-tisu anggur. Ini kerana risiko jangka panjang ialah kejadian kanser rahim (coreo-carcinoma) akibat daripada pertumbuhan dari tisu kehamilan anggur ini. Tetapi ini hanya berlaku dalam lingkungan lima peratus (5%) sahaja.
     Oleh itu pengidap kehamilan anggur ini perlu menjalani pengawasan atau pemantauan yang teliti khususnya dengan ujian 'ultrasound' serta ujian darah untuk mengesan hormon Beta Hcg. Jika paras hormon Beta Hcg ini telah balik ke normal, Insya-Allah tidak ada risiko tumbuh kanser rahim tersebut dan wanita tersebut boleh terus hamil lagi.

Pendarahan di akhir kehamilan
 Pendarahan diperingkat akhir kehamilan iaitu pada tujuh bulan ke atas biasanya berlaku disebabkan salah satu daripada tiga perkara berikut :
1 Uri pada pintu rahim (placenta previa)
     Uri pada pintu rahim boleh menyebabkan pendarahan yang banyak hingga boleh mengancam nyawa ibu dan bayi. Apabila ini berlaku ibu mestilah segera mendapatkan rawatan. Ujian Ultrasound akan dilakukan. Jika doktor mendapati uri tidak berada di kedudukannya satu langkah pencegahan perlu dilakukan bagi memastikan pendarahan lebih banyak tidak berlaku.
     Kedudukan uri di bawah (placenta previa) merangkumi dua jenis, pertama ialah di mana uri menutupi pintu rahim  sepenuhnya (Placenta previa major) dan keadaan ini boleh menyebabkan pendarahan yang banyak apabila berlakunya kuncupan rahim khususnya di peringkat akhir kehamilan.
     Kuncupan rahim sering disebabkan oleh kepenatan, tekanan mental dan penyakit jangkitan kuman khususnya pada pundi kencing  atau bahagian tubuh yang lain.
Langkah
     Apabila berlaku pendarahan seperti ini ibu mesti segera dimasukkan ke hospital kerana biasanya pembedahan ceasarean secara cemas perlu dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan nyawa bayi tersebut.
     "Placenta previa minor" ialah apabila uri hanya terletak pada bahagian bawah rahim tetapi tidak menutupi langsung pintu rahim. Keadaan begini tidaklah begitu mengancam dan biasanya tidaklah menyebabkan pendarahan yang banyak sangat. Adakalanya dalam keadaan ini kelahiran normal masih boleh dilakukan.
2 'Accindental haemorrhage' (abruptio placenta)
     Ini bermakna pendarahan berlaku dalam rahim di belakang uri dan keadaan ini sangat merbahaya kerana pendarahan di luar adalah sedikit tetapi banyak berlaku di dalam rahim menyebabkan rahim menjadi keras dan membesar.
     Keadaan ini boleh menyebabkan bayi mati dalam perut sebelum ibu sampai ke hospital. Dalam keadaan yang sangat teruk, ibu juga boleh meninggal dunia kerana pendarahan tidak boleh dikawal disebabkan semua sel-sel pembekuan darah (platelets) telah habis terperangkap dalam bekuan darah dalam rahim.
     Keadaan ini dipanggil "disseminated intra-vascular coagulation" iaitu satu keadaan yang amat merbahaya kerana pendarahan bukan sahaja berlaku da;am rahim tetapi di semua organ-organ dalam badan khususnya hati dan otak. Keadaan inilah yang boleh membawa maut kepada ibu tersebut.
     Kelahiran mesti dilakukan secara cemas untuk menyelamatkan ibu, mungkin yang paling selamat ialah dengan pembedahan 'ceasarean'. Transfusi darah serta lain-lain cecair untuk menggantikan cecair, logam dan sel-sel pembekuan perlu dilakukan dengan banyak dan cepat.
3 Pendarahan "incidental"
Ini mungkin disebabkan pintu rahim yang luka (erosion) atau dijangkiti kuman, atau saluran darah yang pecah dari sekeliling pintu rahim ataupun saluran faraj. Keadaan ini tidak begitu membahayakan ibu dan bayi tetapi ini adalah satu keadaan yang memerlukan perhatian juga.
     Perlu dipastikan bahawa sebab utama seperti "placenta previa" tidak berlaku dengan melakukan pemeriksaan faraj serta ujian 'ultrasound'. Tiada rawatan yang khusus untuk melainkan rehat.



- Sumber dari NUR Disember 2002 -

Khamis, 18 Julai 2013

PUASA. Pastikan cairan tubuh mencukupi

Amalan berpuasa merupakan amalan yang sihat untuk setiap manusia. Hal ini sudah sering ditegaskan oleh pakar kesihatan. Bagaimanapun bagi kaum ibu ada beberapa perkara atau keadaan yang perlu diambil kira sekiranya mereka ingin menjalani ibadah puasa ini.
Pada dasarnya, menunaikan ibadah puasa tidaklah bermakna kita mengurangi jumlah makanan yang kita ambil setiap hari. Apa yang berubah hanyalah waktu kita mengambil makanan berkenaan. Jika diteliti kedudukan sarapan pagi contohnya sudah bertukar kepada makan sahur, manakala makan tengahari dan malam pula digantikan dengan waktu berbuka.
Bagi ibu hamil yang penting ialah jumlah gizi dan kalori dalam makanan yang diambil tetap terjaga. Perlu juga diingat, orang yang berpuasa dianjurkan supaya sentiasa dalam keadaan yang sihat. Itu sebabnya, doktor juga tidak sewenang-wenangnya mengizinkan pesakitnya berpuasa kalau memang tubuhnya tidak mampu. Begitu jugalah halnya dengan wanita yang hamil. Jika keadaan tubuhnya memang tidak mampu maka adalah satu kewajaran mereka berbuka puasa.

Peringkat 1
- Jaga Berat Badan
Masa kehamilan umumnya dibagi dalam tiga fasa. Iaitu trimester pertama (1-3 bulan), trimester kedua (3-6 bulan) dan trimester ketiga (6-9 bulan). Setiap trimester tadi mempunyai masalah yang berbeza-beza. Pada peringkat trimester pertama, biasanya si ibu akan merasa mual dan muntah-muntah, hingga ada ketikanya bagi mereka yang 'teruk' keadaan ini menyebabkan ibu hamil tidak boleh mengambil makanan kerana muntah yang berterusan (hyperemisis). Akibatnya, berat badan akan menurun.
Bagi golongan ibu hamil yang begini biasanya doktor tidak menggalakkan mereka menjalankan ibadah puasa. Ini adalah bertujuan mengelakkan daripada berat badannya terus turun dengan drastik. Di dalam agama Islam juga menganjurkan menunda puasa apabila keadaan kesihatannya seperti ini. Namun perlu diingati puasa yang ditinggalkan perlu diganti semula apabila keadaan si ibu sudah pulih. Kelonggaran Islam di dalam mengizinkan ibu hamil tidak berpuasa bukan hanya untuk kebaikan atau kesihatan si ibu semata-mata, lebih dari itu kelonggaran ini diberikan demi manjaga kesihatan janin yang dikandung. Kalau keadaan si ibu menurun, dikhuatiri boleh mengakibatkan kematian janin kerana kekurangan cairan.

Peringkat 2
- Berat Badan Sesuai Usia Janin
Pada trimester kedua biasanya si ibu sudah lebih stabil keadaannya. Gangguan-gangguan yang timbul pada awal kehamilan juga sudah mula berkurangan. Bagi ibu yang berada pada peringkat ini tentu sahaja mereka tidak mengalami kesukaran yang serius jika ingin berpuasa. Bagaimanapun mereka mestilah sentiasa memastikan kesihatan dalam keadaan baik dan sentiasa berada di dalam pemerhatian doktor.
Pada peringkat ini, si ibu yang hamil perlu memastikan tubuhnya tidak kekurangan cairan. Selain itu, mereka juga perlu memastikan adanya penambahan berat badan yang seimbang dengan perkembangan janin yang dikandung (sesuai usia kehamilan). Sekiranya si ibu mengalami gangguan kesihatan seperti hypertensi, adalah disarankan ibu berkenaan jangan puasa. Mungkin tubuh si ibu kuat, tetapi dia juga mesti memikirkan perkembangan janin yang dikandungnya.

Peringkat 3
- Pemeriksaan Secara Berkala
Pada trimester ketiga, tubuh ibu umumnya sudah beradaptasi dengan kondisi kehamilan. Tapi pada saat ini, ibu sudah mula melakukan persiapan persalinan dan menyusui. Ini bermakna keadaan tubuh si ibu mestilah sihat dan stabil. Waktu ini ibu yang hamil perlu sekali mengelakkan daripada berlakunya hipertensi, kekurangan cairan, mendapat bekalan makanan dan zat yang mencukupi termasuk tidak boleh diserang anemia.
Pada situasi ini sekiranya si ibu menjalani ibadah puasa, dikhuatiri ia akan mengurangkan tenaga, kualiti darah, dan menurunkan kesegaran tubuh. Namun ini tidak bererti si ibu tadi tidak boleh berpuasa. Yang penting sepanjang menjalani ibadah puasa si ibu mestilah menjaga berat badan agar tidak turun. Dan juga cairan tubuh mestilah sentiasa mencukupi.
Untuk memantaunya, ibu hamil yang berpuasa perlu secara berkala menjalani pemerhatian doktor untuk memastikan tekanan darah, kadar HB, dan perkembangan berat bayi sentiasa dalam keadaan sihat. Jangan sesekali anda culas melakukan pemeriksaan ini.

Hal lain yang perlu diperhatikan oleh ibu yang hamil ketika berpuasa ialah menghndari makanan yang terlalu berlemak atau berminyak. Makanan yang berlemak atau berminyak akan merangsang rasa dahaga. Sebaiknya, ambillah makanan yang direbus atau dibakar sahaja. Sewaktu berbuka atau di malam hari, disarankan mereka mengambil banyak air, air buah atau makanan manis yang sederhana seperti bubur atau sebagainya. Ini perlu bagi memastikan cairan dan nutrien yang diperlukan tubuh mencukupi.

- Sumber NUR November 2002 -





Rabu, 18 Julai 2012

Ways To Get Well and Feel Better After Birth

1. Take it Easy
Something new mums need to remember is not to be in a hurry to get back to daily routine. Give yourself time to get used to little one and changes that comes with being a mother. Try to get as much rest as you can. Avoid too strenuous activity such as vigourous exercise

2. Comfort Techniques
Labor and delivery can be tiring and you may feel some muscle ache. A relaxing massage will soon hel ease these aches. Some simple gentle stretching exercises and moving around can be helpful too.

3. Sitz Baths
If you have an episiotomy, you will feel a bit tender and sore in the area around the bottom. Keeping the area clean by having daily sitz bath and ensuring the perineum is dry will help ease much of the discomfort and aid healing. The daily sitz baths will also assist to sooth your tender and sore conditions.

4. Relaxation Techniques
Simple relaxation exercise will help to relieve tiredness cause by the lack of sleep and caring for the child. Lack of sleep can sometimes cause headache. If after resting, the headache persist, it best to consult a doctor.

5. Breastfeeding
You are advised to breastfeed your little one for at least six months. Once you stop breastfeeding, your breasts will return to almost their pre-pregnancy shape and size. It's pregnancy that changes the shape of breasts, not breastfeeding.

6. Light Exercise
You can do some light exercises such as walking and gradually increase its intensity depending on how you feel. This helps you to regain your strength, increase your energy level and contribute to your overall sense of well-being. The Baby Centre Medical Advisory Board confirms that exercises strengthen your tummy muscles and help them regain their tone. Start these exercises soon after your child's birth as it will reduce your chances of developing back pain (DH 2009a, Lee and Thomas 2009).

Lastly, organize yourself and get as contribute as you can. Simple comfort measures, as suggested above, can actually help to make you feel better. These measures will help you to recuperate and recover better, especially, at a time when your child needs you the most. So get well, and enjoy the time with your little one.

- Sources from MamatoMama EnfaMamaClub Vol 2/2012 -





Isnin, 16 Julai 2012

DHA, an Essential Nutrient During Pregnancy

DHA, or docosahexaenoic acid, is a type of omega-3 fatty acid and also an essential nutrient for the healthy and normal development of our brain, eyes and nervous system. Studies conducted suggest that DHA brings many advantages and benefits to both pregnant mothers and their little ones. Hence, in addtion to other nutrients such as folic acid and calcium, DHA should also be counted as an important nutrient for pregnant women.

Our bodies need Omega-3 fats to function properly but it can't make it. Adults get their supply of DHA from food and supplements. A child in the mother's womb get this essential fat from their mother while newborns get DHA from breastmilk or milk and baby formula fortified with DHA. Since the little ones in their mothers for nutrition, it is vital that expectant and breastfeeding women include ample amounts of DHA in their everyday diet.

Some of the good sources of DHA
DHA can be found in foods such as halibut, cod, sole, salmon, herring, sardines, eggs, meat, anchovies, walnuts and walnut oil. Another option is DHA supplements derived from fish oil or algae, with algae generally recommended as being gentler on the stomach. While fish are an excellent source of DHA, many doctors advise pregnant and breastfeeding women to avoid fish because of the potential of contaminants such as mercury, which can have adverse effects on the health of the mother and unborn baby.

How does DHA benefit a mother during pregnancy?
DHA supplements can increase DHA levels in the mother's blood and breast milk. The little ones can get essential nutrition right from the beginning if mothers take supplements while trying to become pregnant, throughout pregnancy and during breastfeeding. It can aid in healthy development of baby's brain, eyes and nervous system. Here are some of the benefits DHA may have for the child and mother.
1. A healthier pregnancy
Studies suggest that pregnant women who take DHA are less prone to preterm labor and postpartum depression.
2. Brain growth and development in the child
Some studies suggest that DHA intake by mothers has a positive effect on their child's cognitive and motor development. Researchers at the School of Paediatrics and Child Health in the University of Western Australia studied 98 pregnant women and found that mother who received high doses of fish oil in the second half of pregnancy had children who performed better in eye-hand coordination tests at the age of 2. In another study, this time conducted by University of Oslo in Norway, four year olds whose mothers took DHA supplements during pregnancy and while breastfeeding scored higher in IQ tests.
3. Visual development in the child
The Development of Peadiatrics at the University of British Columbia conducted a study of 167 pregnant women and found a possible positive relation between a mother's DHA consumption in the second and third trimester of the pregnancy and the visual acuity of their child early years.
4. May help prevent colds in your child
Findings from a study showed that women who took DHA supplements during pregnancy had their little ones with fewer colds, less fevers and coughing spells at the early age. In the study a group of 851 Mexican women were given 400 milligrams of DHA per day or a placebo, starting from weeks 18 to 22 of their pregnancy until childbirth. Their little ones get increased immunity, and have improved sleep petterns.
5. Increased birth weight
In a study involving 782 mother-child pairs conducted by Maastricht University in the Netherlands, researchers found a positive relation between DHA levels in mothers and a child's weight and head circumference.

- Sources from MamatoMama EnfaMama Club Vol 2/2012 -





Isnin, 18 Jun 2012

Sakit Belakang Kerana Hamil

Apa Puncanya?

Pinggang bahagian punggung akan menjadi lebih lembut dengan terhasilnya hormon kehamilan. Jika anda tidak hamil, kesakitan yang berlaku mungkin disebabkan oleh otot-otot yang tertekan. Bahagian belakang biasanya disokong oleh otot-otot yang besar. Lebih bebanan disebabkan oleh berat badan yang bertambah.

2. Tekanan terhadap saraf sciatic
Saraf sciatic, iaitu saraf terbesar dalam tubuh manusia bercabang-cabang ke seluruh bahagian bawah tubuh dan kaki. Ia terjadi apabila 'spinal disc' menjadi retak sedikit atau terbuka. Keadaan ini membolehkan tisu lembut di dalamnya yang biasa dipenuhi cecair akibat kehamilan, terkeluar. Tisu dipenuhi air ini terhimpit oleh bahagian bawah tulang belakang. Oleh sebab saraf sciatic ini menjalar hingga ke kaki, juga akan terasa hingga ke kaki.


1. Periksa tempat tidur anda
Tilam atau katil anda mungkin tidak rata untuk menampung 'posture' tubuh dan menyokong tulang. Tempat tidur yang baik ialah yang mendatar dengan tilam nipis yang lembut.

2. Pastikan peredaran darah lancar
Lakukan senaman yang sesuai untuk bahagian berkenaan. Redakan kesakitan dengan menyapu minyak angin dan tuam dengan air panas. Ia akan melancarkan peredaran darah.

3. Dapatkan nasihat doktor
Dapatkan nasihat doktor jika sakit yang dialami bertambah teruk.


Senaman ringan dan regangan boleh membantu melegakan dan mengelakkan sakit tulang belakang. Berjalan-jalan, berenang dan senaman regangan akan menguatkan belakang anda. Ia juga mengawal berat badan dari naik secara berlebihan.

1. Cara berdiri
Berdiri tegak dan tetapkan kedudukan tapak kaki. Jika terpaksa berdiri lama, angkat sebelah kaki beberapa saat dan turunkan semula perlahan-lahan. Lakukan gerakan ini selama satu minit. Apabila handak mengalihkan kaki, angkat kaki perlahan-lahan. Bergerak ke depan dan ke belakang untuk mengelakkan kaki kejang.

2. Cara duduk
Sama ada duduk di kerusi atau di lantai, pastikan kedudukan tulang belakang tegak dengan sempurna. Malah untuk melegakan tulang belakang yang lenguh kerana terpaksa duduk di kerusi pejabat sepanjang masa, tundukkan kepala sambil menarik nafas panjang. Lakukan selama dua minit setiap dua jam.

Cara Elak Sakit Belakang

1. Perhatikan berat badan anda. Ia mestilah tidak melebihi 10 peratus berat ideal mengikut ukuran tinggi dan posture tubuh. Berat badan berlebihan memberi tekanan kepada bahagian belakang anda.

2. Jika memandu kenderaan, pastikan belakang anda bersandar dengan selesa. Jika berjalan jauh, berhentilah untuk berehat selama beberapa minit bagi meluruskan pinggang dan kaki.

3. Jangan angkat beban berat dari lantai dengan posisi yang salah. Jangan membongkok, sebaliknya membengkokkan sedikit lutut. Jangan angkat barang yang terlalu berat dan di luar kemampuan.

4. Elakkan memakai kasut tumit melebihi dua inci. Lebih rendah lebih baik.

5. Gunakan bangku untuk mencapai barang yang diletakkan di tempat tinggi. Semakin anda cuba meninggikan tubuh, semakin berat beban badan yang terpaksa ditanggung.

6. Di pejabat pastikan kerusi mempunyai penyandar yang mampu menyokong tubuh anda.